Humanisme Dan Inklusivisme KVII


 

Kaum beriman maupun tak beriman hampir sependapat, bahwa segala sesuatu di dunia ini harus diarahkan kepada manusia sebagai pusat dan puncaknya. (GS 12)

Ini berbau humanisme!

Sesungguhnya hanya dalam misteri Sabda yang menjelmalah misteri manusia benar-benar menjadi jelas. (GS 22)

Penjelmaan Sabda Tuhan menyatakan misteri Allah, bukan misteri manusia!

Atas kesetiaan terhadap hati nurani Umat kristiani bergabung dengan sesama lainnya untuk mencari kebenaran, dan untuk dalam kebenaran itu memecahkan sekian banyak persoalan moral, yang timbul baik dalam hidup perorangan maupun dalam hidup kemasyarakatan. (GS 16)

Kita SUDAH MENERIMA  KEBENARAN dan tidak perlu mencarinya bersama orang lain tapi mewartakannya kepada mereka!

Sebab Dia, Putera Allah, dalam penjelmaan-Nya dengan cara tertentu telah menyatukan diri dengan setiap orang. (GS 22)

Bertentangan dengan, "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku..." (Mat.12:30)

Pastilah kebutuhan dan tugas mendesak orang kristiani untuk melalui banyak duka derita berjuang melawan kejahatan dan menanggung maut; akan tetapi ia tergabung dengan misteri Paska, menyerupai wafat Kristus, dan diteguhkan oleh harapan akan melaju menuju kebangkitan.

Itu bukan hanya berlaku bagi kaum beriman kristiani, melainkan bagi semua orang yang berkehendak baik, yang hatinya menjadi kancah kegiatan rahmat yang tidak kelihatan. Sebab karena Kristus telah wafat bagi semua orang, dan panggilan terakhir manusia benar-benar hanya satu, yakni bersifat ilahi, kita harus berpegang teguh, bahwa Roh Kudus membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk dengan cara yang diketahui oleh Allah digabungkan dengan misteri Paska itu. (GS 22)

Ini membuka jalan bagi inklusivisme Karl Rahner... semua agama memiliki jalan keselamatan karena mereka semua "entah bagaimana" digabungkan dalam misteri Paskah!


Post a Comment

0 Comments